Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

asal-usul kata tuhan..

  I. Asal kata Tuhan

Pada mulanya kata tuhan hanyalah 'pelesetan' dari kata tuan; dan ini
terjadi karena kesalahan seorang Belanda bernama Leijdecker pada
tahun 1678. Peristiwa itu diterangkan secara menarik oleh Alif Danya
Munsyi di majalah Tiara (1984). Ia menyebutkan bahwa peristiwa iu
terjadi sebagai salah satu gejala paramasuai, yaitu penambahan bunyi
h yang nirguna pada kata-kata tertentu, misalnya hembus, hempas,
hasut, dan tuhan.

Alif mengatakan bahwa gejala itu timbul karena pengaruh lafal
daerah, rasa tak percaya pada diri sendiri, dan yang sangat penting
adalah yang berkaitan dengan penjajahan bangsa-bangsa Eropa
terhadap bangsa Indonesia. "Lingua Franca Melayu yang dipakai bangsa-
bangsa Eropa, antara lain Portugis dan Belanda, sebagai bahasa
administrasi untuk kegiatan ekonomi dan politik di seantero
Nusantara, juga dipakai dalam kepentingan penyiaran agama Nasrani,
agama umum yang dianut oleh bangsa-bangsa Eropa," tulis Alif.

Lebih lanjut Alif mengatakan bahwa peralihan tuan menjadi tuhan,
sepenuhnya bersumber dari kepercayaan mereka atas Isa Al-Masih.
Mereka biasa menyebut Isa dengan panggilan "tuan", yang dalam bahasa
Yunani adalah 'Kyrios', dalam bahasa Portugis 'senor', dalam bahasa
Belanda 'heere', dalam bahasa Prancis 'seigneur', dan dalam bahasa
Inggris 'lord'.

Perhatikan kutipan berikut ini:
Sebutan Tuan bagi Isa Al-Masih berasal dari surat-surat Paulus,
orang Turki, yang menggunakan bahasa Yunani kepada bangsa Yahudi,
Rumawi, dan Yunani di daerah Hellenisme. Pada setiap akhir
suratnya, Paus selalu menyebut Isa Al-Masih sebagai Tuan: "Semoga
rahmat Isa Al-Masih Tuan kita menyertai ruh kita."

Kalimat diatas, dalam bahasa Portugis, berbunyi:
"A graca de mosso senhor Jesus Cristo seja com ovosso espiritu"

Kalimat diatas, dalam bahasa Belanda berbunyi:
"De genade van onzen heere Jezus Christus zij met uw geest"

Kalimat diatas, dalam bahasa Prancisnya, berbunyi:
"Que la grace de notre seigneur Jesus-Christ soit avec votre esprit"

Kalimat diatas, dalam bahasa Inggris, berbunyi:
"The grace of or lord Jesus Christ be whit your spirit"

Ketika penghayatan ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mula-
mula oleh bangsa Portugis bernama Browerius, pada tahun 1663, sebutan
Isa Al-Masih masih Tuan, tetapi ketika orang Belanda bernama
Leijdecker pada tahun 1678 menerjemahkan surat-surat Paulus itu,
sebutan Tuan telah berubah menjadi Tuhan. Dengan kata lain,
Leijdecker yang pertama kali menulis Tuhan.

Dengan demikian, jelaslah bahwa kosakata Tuhan masuk kedalam bahasa
Indonesia sebagai pengaruh teologi (agama) Kristen. Pada mulanya
hanya sebagai 'plesetan' atau 'salah tulis' orang Belanda, tapi
selanjutnya dibakukan sebagai kosakata baru yang disejajarkan dengan
kata ilah dalam bahasa Arab. Karena itulah dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta (orang Katolik) tidak memberikan
keterangan apa pun tentang kata Tuhan, kecuali menyamakannya dengan
Allah!

Demikian bila kita bicara asal-usul kata Tuhan, sekadar untuk
mengungkapkan bahwa bekas-bekas penjajahan masih bertebaran
dimana-mana,
dan banyak diantaranya yang menjadi warisan abadi bagi bangsa
Indonesia.

II. Makna Tuhan

Selanjutnya, apa boleh buat, kata Tuhan kita gunakan untuk
menerjemahkan kata ilah. Ilahun, jamaknya a litahun, bentuk kata
kerjanya adalah alaha, yang artinya sama dengan 'abada,
yaitu "mengabdi". Dengan demikian ilahun artinya sama dengan
ma'budun, "yang diabdi". Lawanya adalah 'abdun, "yang mengabdi",
atau "hamba", atau "budak".

Perhatikan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 133:
Tahukah kalian bagaimana sikap Yaqub ketika menghadapi maut?
Ketika itu ia bertanya kepada anak-anaknya, "Apakah gerangan yang
akan menjadi subjek pengabdian kalian setelah aku mati?" Anak-
anaknya menjawab, "Kami akan mengabdi kepada tuhanmu, yang juga
merupakan tuhan leluhurmu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, sebagai satu-
satunya tuhan. Kepadanya kami pasrahkan diri."

Yang menarik, pada ayat diatas Allah menggunakan kata tanya ma
(apa), dan bukan man (siapa). Jelas, kata tanya ma mempunyai
jangkauan lebih luas daripada man. Dalam kata ma bahkan tercakup man
itu sendiri. Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa ilah
adalah "sesuatu", bukan hanya "seseorang", yang
bersifat "memperbudak", atau "mengendalikan ", atau "menguasai".

Jelasnya, yang berperan sebagai ilah itu tidak terbatas pada sesuatu
yang hidup saja, tapi bisa juga benda (materi) yang mati. Ini
digambarkan Allah antara lain dalam surat Ali Imran ayat 14:

Dibuat indah dalam pandangan manusia kecintaan yang sulit
dikendalikan (syahwat) terhadap wanita (=lawan jenis), anak-anak,
tumpukan kekayaan berupa emas dan perak, kuda yang bagus
(=kendaraan), hewan ternak, dan tanaman (=lahan bisnis). Itu semua
adalah perhiasan kehidupan dunia.

Itu semua adalah benda-benda yang bisa memperbudak manusia, alias
dijadikan tuhan oleh manusia. Dalam surat Al-Furqan ayat 43 bahkan
Allah menegaskan bahwa manusia juga bisa mempertuhan hawa nafsunya
sendiri.

Selain ilah, dalam Quran juga terdapat kata rabb yang digunakan unuk
menyebut tuhan. Secara harfiah rabb berarti "pembimbing",
atau "pengendali". Allah adalah rabb, tapi selain Allah ada pula
arbaban min dunillah, yaitu rabb-rabb selain Allah, diantaranya
Quran menyebutkan bahwa Fir'aun menyatakan dirinya sebagai rabb.
(surat An-Nazi'at ayat 24). Dengan demikian, kita bisa membuat
definisi tentang tuhan, kira-kira demikian: Tuhan adalah sesuatu
yang menguasai dan mengendalikan jiwa manusia, dalam rangka
memperbudaknya.

Ingatlah bahwa yang dikuasai dan dikendalikan oleh "tuhan", apa pun
atau siapa pun dia, adalah jiwa manusia. Dengan pikiran dan/atau
perasaannya itulah manusia melakukan pemandangan dan penilaian
terhadap segala sesuatu, yang akhirnya membuat mereka mengambil
keputusan
(kadang dengan sangat cepat) untuk melakukan atau tidak melakukan
sesuatu. Sehubungan dengan inilah, agaknya, dalam kaitanya dengan
peristiwa hijrah, Nabi Muhammad mengatakan bahwa setiap tindakan
pasti dilandasi suatu motivasi (niat).

Begitu juga setiap urusan, pasti ada motivasi yang mendasarinya. Maka
(dalam kaitanya dengan
Hijrah) siapapun yang Hijrahnya bertujuan mematuhi Allah, maka
berarti motivasi hijrahnya adalah ridha Allah. Sedangkan yang
Hijrahnya karena dunia (rangsangan pragmatis), maka dunia itulah
yang akan diburunya; dan siapa pun yang Hijrahnya karena seorang
perempuan atau laki-laki (nafsu birahi), maka mengawini perempuan/
laki-laki itulah tujuannya yang hendak dicapainya. Dengan demikian,
setiap diri berhijrah dengan tujuan hijrahnya masing-masing. Dengan
kata lain, pada saat Hijrah dari Mekkah ke Yatsrib itu, Nabi Muhammad
tidak hanya memimpin orang-orang yang bertuhan Allah, yang
pikirannya dan perasaannya dikuasai dan dikendalikan Allah (melalui
WahyuNya) tapi juga 'terpaksa' membawa serta orang orang-orang yang
dikuasai dan dikendalikan oleh motifasi lain.

1) Hellenisme, nama untuk kebudayaan, cita-cita dan cara hidup orang
Yunani seperti yang terdapat di Athena di zaman Pericles. Seringkali
dibandingkan dengan kesungguhan kebudayaan Ibrani seperti
dilukiskan dalam perjanjian lama. Hellenisme dalam abad keempat
sebelum
digantikan oleh kebudayaan Yunani, tetapi tiap-tiap usaha
menghidupkan kembali cita-cita Yunani di zaman modern disebut
Hellenisme. (Ensiklopedi umum, Kanisius, 1990).

dosa yg lebih parah dari berzina..

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Iamelangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan
sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH. Abdurrahman Arroisy)

Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.

Suara-suara yang akan didengar mayat (kelak)

Assalammu'alaikum wr.wb

Hmmm....
Yang Akan Ikut kita mati Adalah 3 hal :
Keluarga, Hartanya, Dan Amalnya.

(Adapun yg Dua Kembali Dan yg Satu Tinggal Bersamanya)
Keluarga Dan Hartanya Akan Kembali Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.....

Ketika Roh Meninggalkan Jasad...
Terdengar Suara Dari Langit Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia,
Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan,
Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."

Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat
Mengapa Kini Terkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih
Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar
Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia
Mengapa Kini Raib Tak Bersuara...

Ketika Mayat Siap Dikafan...
Suara Dari Langit Terdengar Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha Allah
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan
Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu
Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika Mayat Diusung....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Dishalatkan....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."

Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat....
Terdengar Suara Memekik Dari Langit,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia
Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Dahulu Kau Tertawa Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian....
Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.....
Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu..
Seorang Diri Padahal,Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku Hari Ini,....
Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya. Allah Berfirman:
"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)


mudah2an manfaat...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab

BismilLah walhamdu lilLah washshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah wa 'ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah, amma ba'd, assalamu 'alaikum. wa 'alaikumu-ssalam wa rahmatu-lLahi wa barakatuH.

wa bi-lLahi-ttaufiq wa-lhidayah, subhanaka-lLahumma wa bihamdiKa asyhadu alla Ilaha illa Anta, astaghfiruKa wa atubu ilaiK. wassalamu 'alaikum


Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab


Oleh : Dr. Huwayda Ismaeel (Diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris)

ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab

Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya. Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci. Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?

ALASAN II : Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.

Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (Ahmad) Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “ dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)

Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.


ALASAN III : Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.

Saudari ini mungkin sati diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang penipu yang mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.

Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang
mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAWW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13).Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.


ALASAN IV : Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.

Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..”(QS At-Taubah : 81)Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat talli besar untuk menarikmud ari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat; “mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah”(QS. AN-NABA 78:24-25). Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.

ALASAN V : Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.

Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka tekut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAW bersabda; “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”(QS. AL BAQARAH 2:66) Kesimpulannya, apabila kau memgang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.

ALASAN VI : Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.

Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”(QS. TAHA 20:124) Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?

Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan
tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.


ALASAN VII : Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”(QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?

Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya”(QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?

ALASAN VIII : Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.

Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab? Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.

ALASAN IX : Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.

Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda; “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21) saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri” (QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.

ALASAN X : Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!

Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetapi akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.

KESIMPULAN

Tubuhmu, dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian. “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan”(QS Ali ‘Imran 3:185).
Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !

"Fa maadza ba'da-lhaqq, illa-dl_dlalaal"

Orang-orang yang didokan oleh para Malaikat

Insya Allah berikut inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.

Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat
kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,"Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)


http://dudung.net/index.php?naon=depan&action=detail&id=977&cat=2

Asal-usul sembahyamg (Sholat)

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutuskan oleh Allah SWT

untuk membimbing manusia ke arah jalan kebenaran. Tidak seperti umat

nabi-nabi yang lain, umat nabi Muhammad telah diperintahkan untuk mengerjakan

sholat 5 waktu setiap hari. Ini merupakan kelebihan dan anugerah Allah SWT

terhadap umat nabi Muhammad dimana solat tersebut akan memberikan perlindungan

ketika di hari pembalasan kelak. Berikut diterangkan asal-usul bagaimana setiap

solat mula dikerjakan.



Subuh:

Manusia pertama yang mengerjakan solat subuh ialah Nabi Adam a.s. iaitu

ketika baginda keluar dari syurga lalu diturunkan ke bumi. Perkara

pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat.

Apabila fajar subuh telah keluar, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat.



Rakaat pertama: Tanda bersyukur karena baginda terlepas dari kegelapan

malam.

Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana siang telah menjelma.



Dzuhur:

Manusia pertama yang mengerjakan solat Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s.yaitu

tatkala Allah SWT telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya

Nabi Ismail a.s.. Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari, lalu

sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat.



Rakaat pertama: Tanda bersyukur bagi penebusan.

Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga

anaknya.

Rakaat ketiga: Tanda bersyukur dan memohon akan keredhaan Allah SWT.

Rakaat keempat: Tanda bersyukur kerana korbannya digantikan dengan

tebusan kibas.



Ashar:

Manusia pertama yang mengerjakan solat Ashar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala

baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah

memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk

waktu Ashar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana

baginda telah diselamatkan oleh Allah SWT daripada 4 kegelapan iaitu:



Rakaat pertama: Kelam dengan kesalahan.

Rakaat kedua: Kelam dengan air laut.

Rakaat ketiga: Kelam dengan malam.

Rakaat keempat: Kelam dengan perut ikan Nun.



Maghrib:

Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. iaitu

ketika baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan

kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukur Nabi Isa,

lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari kejahilan

tersebut yaitu :



Rakaat pertama: Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah YME

Rakaat kedua: Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya

Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.

Rakaat ketiga: Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu

Allah SWT semata-mata, tiada dua atau tiganya.



Isya:

Manusia pertama yang mengerjakan solat Isya ialah Nabi Musa a.s.. Pada

ketika itu, Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri

Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah SWT

menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isya yang akhir.

Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.



Rakaat pertama: Tanda dukacita terhadap isterinya.

Rakaat kedua: Tanda dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.

Rakaat ketiga: Tanda dukacita terhadap Firaun.

Rakaat keempat: Tanda dukacita terhadap anak Firaun

7 kalimat penghapus dosa

sabda Rasulullah SAW:
"Barangsiapa yang hafal dan mengamalkan tujuh kalimah ini akan dimuliakan oleh ALLAH SWT dan Malaikat dan akan diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih dilautan.."

1.Bismillahhirrahmannirrahim: ketika hendak melakukan sesuatu.

2.Alhamdulliah: ketika habis melakukan sesuatu.

3.Astagfirrullah: jika kita tersilap mengatakan sesuatu yang buruk.

4.Insyaallah: jika ingin melakukan sesuatu pada masa akan datang.

5.Lahaulawaquataillahbillah: bila tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk.

6.Innalillah: jika menghadapi musibah atau melihat kematian.

7.Laillahhaillah: bacalah sepanjang siang dan malam sebanyak banyaknya, amalkanlah selalu moga-moga kita tergolong dikalangan orang yang terpilih oleh Allah SWT.

Tanda-tanda kematian

a) 100 hari :
Seluruh badan rasa bergegar.

B) 60 hari :
Pusat rasa bergerak-gerak

c) 40 hari :
Daun dengan nama orang yang akan mati di arash akan jatuh dan malaikat maut pun datang kepada orang dengan nama tersebut lalu mendampinginya sehingga saat kematiannya. Kadang-Kadang orang yang akan mati itu akan merasa atau nampak kehadiran malaikat maut tersebut dan akan sering kelihatan seperti sedang rungsing.

d) 7 hari :
Mengidam makanan.

e) 5 hari :
Anak Lidah bergerak-gerak

f) 3 hari :
Bhagian tengah di dahi bergerak-gerak

g) 2 hari :
Seluruh dahi rasa bergerak-gerak

h) 1 hari :
Terasa bahagian ubun bergerak-gerak di antara waktu sbuh dan asar.

i) Saat akhir :
Terasa sejuk dari bahagian pusat hingga ke tulang solbi (di bahagian belakang badan). Seelok-eloknya bila sudah merasa tanda yang akhir sekali, mengucap dalam keadaan qiam dan jangan lagi bercakap-cakap.

******* BILA MALAIKAT MENCABUT NYAWA *******

Baginda Rasullullah S.A.W. bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam bada! n dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi :
“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilingnya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S”
“Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang itu tidak lagi melihat orang disekelilingnya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.”

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata :
“Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan o! leh lida h orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud :
“Wahai malaikat maut, kamu cabutlah rohnnya dari arah lain.”

Sebaik sahaja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluarlah penulisan ilmu.
Maka berkata tangan :
Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini menusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.”
Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan, maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata :
“Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik menghadiri majlis-majlis ilmu.”
Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik sahaja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata :
“Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.”
Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin ini dari arah mata tetapi baru sahaja hendak menghampiri mata, maka berkata mata :
“Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.”
Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud :
“Wahai malaikatku, tulis Asmaku ditelapak tanganmu dan tun! jukkan k epada roh orang yang beriman itu.”
Sebaik sahaja mendapat perintah Allah S.W.T maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik sahaja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang. Abu Bakar R.A telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A : “Roh itu menuju ketujuh tempat :-
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke syurga Firdaus
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka.
Si Jin, mereka diseksa beserta jasadnya hingga sampai hari kiamat.”

Telah bersabda Rasullullah S.A.W. :
Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya :-
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yanf mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang-orang berpuasa di hari Arafah.

Sekian untuk ingatan bersama.
.....................
Bila Malaikat Mencabut Nyawa

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda:

"Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:

"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S."

Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang disekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut.

Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata:

"Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T."

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:

"Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain."

Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.

Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan."

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata:

"Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu."

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata:

"Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir."

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata:

"Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah."

Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:

"Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang berimanitu."

Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T.

Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A:"Roh itu menuju ketujuh tempat:-

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:-

1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah. Sekian untuk ingatan kita bersama.

Menyemir rambut

Bolehkah kita mewarnai rambut? Kalo iya, apakah (nantinya) akan menyerupai dengan orang-orang kafir, sedangkan kita dilarang menyerupai mereka? Untuk mendudukkan masalah ini, kami kumpulkan dari beberapa buku, silahkan disimak


Sekilas Tentang Hukum Menyemir Rambut

1 Muharramaatun Istahaana Bihan Naasu Yajibul Hadzru Minha karya syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Menyemir Rambut Dengan Warna Hitam
Hukum menyemir rambut dengan warna hitam adalah haram. Inilah pendapat yang kuat berdasarkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Salam : Artinya : "Kelak pada akhir zaman akan ada kaum yang menyemir (rambutnya) dengan (bahan) hitam seperti tembulon burung merpati, mereka tidak akan mencium bau surga" (Hadits Riwayat Abu Dawud 4/419, Shahihul Jami' 8153 / Hadits ini juga diriwayatkan oleh An-Nasa'I dengan sanad shahih, Bin Baz)

Perbuatan ini terutama banyak dilakukan orang-orang yang sudah tumbuh uban. Mereka menyemir rambut yang sudah putih itu dengan bahan penghitam rambut, sehingga orang tidak mengerti kalau dia telah ubanan. Itu berarti berpenampilan dengan sesuatu yang palsu. Dengan demikian ia telah menipu segenap hamba Allah. Tidak diragukan lagi perbuatan tersebut mengakibatkan dampak buruk.

Misalnya dalam tingkah laku, bahkan mungkin ia akan merasa sombong dan bangga diri karena lebih muda dari usia sebenarnya. Berbeda halnya dengan menyemir rambut selain warna hitam. Dalam suatu riwayat disebutkan, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Salam menyemir ubannya dengan daun pacar atau semacamnya dengan warna kekuning-kuningan atau kemerah-merahan atau agak dekat ke warna coklat.

Pada hari penaklukan kota Makkah, Abu Quhafah dibawa menghadap kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Salam sedang kepala dan jenggotnya semuanya telah memutih, Rasulullah lalu bersabda : Artinya : Ubahlah ini (yang benar uban ini, Bin Baz) dengan sesuatu dan hindarilah warna hitam. (Hadits Riwayat Muslim 3/1663) (1)

2 Man Tasyabbaha biqaumin Fahuwa Minhum karya Dr. Nashir Abdul Karim Al-Aql
Tidak Menyemir Rambut Yang Beruban

Sebagian dari yang dilarang Nabi Shalallahu 'alaihi Wa Salam dalam bertasyabuh dengan orang-orang kafir adalah membiarkan rambur beruban dan tidak disemir. Perbuatan semacam itu adalah menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani. Seperti yang termaktub dalam kitab Shahihain : Artinya : Dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Salam :"Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir ubannya, maka selisihlah mereka." (Shahih Bukhari, Fathul Bari hadits no. 3462 dan Shahih Muslim hadits no. 2103)

Dengan syarat tidak menyemirnya dengan warna hitam, seperti yang dinyatakan dalam nash-nash lainnya. (2)

3 Al Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah disusun oleh Amin bin Yahya Al-Wazan

Berikut ini diambil dari Al Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah disusun oleh Amin bin Yahya Al-Wazan penerbit Darul Qashim Riyadh edisi bahasa Indonesia Fatwa-fatwa tentang Wanita 3 penerjemah Ahmad Amin Sjihab, Lc penerbit Darul Haq Jakarta hal 93, 109 - 111.

Pertanyaan ke 808 : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : apa hukum menyemir rambut secara meyeluruh dengan warna warni (merah, kuning, putih, emas )?

Jawaban : Menyemir rambut bisa dirinci sebagai berikut, orang yang sudah tua diperbolehkan untuk menyemir rambut dengan warna selain hitam, seperti merah, biru, pirang. Sedangkan menyemirnya dengan warna hitam tidak diperbolehkan berdasarkan sabda Nabi Shalallahu 'alaihi Wa Salam : Artinya : Ubahlah uban ini dan hindarilah warna hitam. (3)

Pertanyaan ke 828 : Syaikh Abdullah Al-Fauzan ditanya tentang hukum menyemir rambut dengan warna hitam bagi wanita.

Jawaban : Menyemir rambut dengan warna hitam bagi wanita adalah terlarang, berdasarkan keumuman hadits Nabi Shalallahu 'alaihi Wa Salam tentang larangan wanita untuk menyemir rambut dengan warna hitam. Diantaranya hadits riwayat Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhu ia berkata : Abu Quhafah radliyallahu'anhu (Abu Bakar radliyallahu'anhu) datang pada hari Fathu Makkah dalam keadaan rambutnya dan jenggotnya penuh uban putih. Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Salam bersabda : Artinya : Hilangkanlah ubanmu dan hindarilah merubahnya dengan warna hitam.

Diriwayatkan, Ibnu Abbas radliyallahu'anhu berkata, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Salam bersabda : Artinya : Pada akhir zaman nanti, ada suatu kaum yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok merpati, mereka tidak akan mencium bau surga. (4)

Pertanyaan ke 829 : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Wanita yang menyemir rambutnya dengan warna selain hitam seperti warna pirang atau kuning, apa hukumnya.

Jawaban : Pada dasarnya dibolehkan, kecuali apabila sampai pada batas sudah meyerupai wanita-wanita kafir dan sesat. Yang demikian ini hukumnya haram. (5)

Pertanyaan ke 830 : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah menyemir sebagian dari rambut misalnya menyemir ujungnya atau bagian atasnya ?

Jawaban : Menyemir rambut dengan menggunakan warna hitam, telah dilarang Nabi dengan memerintahkan untuk menghilangkan uban dan menghindari warna hitam. Beliau bersabda : Artinya : Hilangkanlah ubanmu dan hindarilah merubahnya dengan warna hitam.

Telah diriwayatkan pula adanya ancaman bagi yang melakukannya, ini menunjukkan haramnya menyemir rambut dengan warna hitam.
Sedang menyemirnya dengan warna selain hitam, pada dasarnya dibolehkan, kecuali sampai batas menyerupai orang-orang kafir, maka hal itu dilarang berdasarkan sabda Nabi Shalallahu 'alaihi Wa Salam :

Artinya : Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia adalah sebagian dari mereka. (6)

Syaikh Shalih Al-Fauzan telah menfatwakan tentang hukum mengubah warna rambut hitam ke warna lain :
Ini tidak boleh, karena tidak ada alasan yang membolehkan untuk mengubahnya, karena warna hitam bagi rambut adalah keindahannya, bukan mengotorinya sehingga harus diubah. Juga karena (mengubah dari warna hitam ke warna lain) adalah menyerupai orang-orang kafir.(7)

________________________________________
Footnotes
... 3/1663)1 Muharramaatun Istahaana Bihan Naasu Yajibul Hadzru Minha karya syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid penerbit Daarul Wathan - Riyadh edisi bahasa Indonesia Dosa-dosa yang Dianggap Biasa penerjemah Ainul Haris bin Umar Arifin Lc, Penerbit Darul Haq Jakarta, hal 120 - 121 ...2 Man Tasyabbaha biqaumin Fahuwa Minhum karya Dr. Nashir Abdul Karim Al-Aql penerbit Daarul Wathan - Riyadh edisi Bahasa Indonesia Tasyabbuh Sikap Meniru Kaum Kafir penerjemah Aboe Hawary penerbit Pustaka Mantiq Solo, hal 56 - 57. ...3 Majmu' Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 4/136 ...4 Zinatul Mar'ah, Syaikh Abdullah Al-Fauzan hal 77 ...5 Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 4/130 ...6 Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 4/120 ...7 Tanbihat 'Ala ahkamin Takhushshu Bil Mukminat, Syaikh Shalih Al-Fauzan hal 12.

Buku Tamu

banner

Blog Personal Kang Hae Lokamaya
Image by Berbagi Info Online, Tutorial Blog & Belajar Bisnis Online tentang internet,tentang komputer Photobucket Layanan Data

INA

Add to Technorati Favorites Computer Blogs - BlogCatalog Blog Directory Counter Powered by  RedCounter blog-indonesia.com 100 Blog Indonesia Terbaik

Add to Google Reader or Homepage

free counters

Ayo dukung P.komodo


Supported by the website design company guide .
HTML hit counter - Quick-counter.net

Add to Technorati Favorites

Pages

Followers